AyatQur'an tentang Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk keselamatan) dirinya sendiri × Pesantren Indeks Pesantren [A-Z] Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya Perguruan Tinggi Sekolah Islam Panti Asuhan List Pesantren [Update Terbaru] Laporan Donasi Tanpa Kutip ALQURAN sudah menjelaskan bahwa berbagai kerusakan terjadi di atas muka bumi ini. Jika kita telusuri, ada begitu banyak ayat Al-Quran tentang berbuat kerusakan di muka bumi ini. Memang masih terdapat banyak para manusia yang berlaku serakah dalam mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan lingkungan yang pada akhirnya berbuah derita dan nestapa. TuhanMaha Sumber Keselamatan . Ayat Qur'an yang menjelaskan tentang Tuhan Maha Sumber Keselamatan berada pada surat sebagai berikut: Surah al-An'am ayat : 17) Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi pemeluknya. Islam dalam Al qur'an dan hadist melarang umat untuk membuat kerusakan jangankan kerusakan itu terjadi pada lingkungan, terhadap diri sendiri saja Allah melarangnya. Banyak contoh seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang. AyatAlkitab mengenai keselamatan Mazmur 91:14-16. Tuhan berkata: "Karena dia mengasihi-Ku, maka Aku akan menyelamatkan dia; Aku akan melindunginya, karena dia mengakui nama-Ku. Bila dia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawabnya; Aku akan bersama dia dalam kesusahan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan umur panjang Aku akan memuaskan Diayat tersebut Allah tak ragu untuk mengambil perkataan semut meskipun semut berbadan kecil dan tidak terdengar suaranya oleh manusia biasa. Keselamatan Kerja, Perkataan semut di ayat tersebut seakan biasa saja, namun dalam Al Quran, hanya perkataan dan doa-doa pilihan Allah saja yang bisa diabadikan di Al Quran. . MEMOHON pertolongan isti’anah dan perlindungan isti’adzah kepada Allah merupakan bentuk keyakinan serta pengakuan diri bahwa kita adalah makhluk lemah. Ayat Al-Quran tentang meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah juga demikian melimpah. Manusia memang makhluk yang penuh keterbatasan. Sepandai-pandainya manusia, ia tidak akan mampu memastikan apa yang akan terjadi esok hari. Manusia hanya bisa merencanakan, bahkan seringkali apa yang direncanakan tidak sesuai harapan. Pengakuan diri bahwa Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung juga perlu ditampilkan dalam kehidupan sehari-sehari dengan tidak tenggelam dalam perbuatan menyekutukan Allah atau syirik. Misalnya; meminta perlindungan kepada dukun, mempercayai adanya kekuatan dalam benda-benda tertentu, dan lain sebagainya. Dikutip dari halaman Mutiaraislam, berikut ayat-ayat Al-Quran tentang meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah. Ilustrasi. foto unsplash إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Al-A’raf 200-201 وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ * إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ “Dan jika setan datang menggodamu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 200 Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat untuk berbuat dosa oleh setan, mereka pun segera mengingat Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. 201” BACA JUGA Berikut 5 Ayat Al-Quran tentang Muamalah Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Yusuf 18 وَجَاءُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ “Dan mereka datang dengan membawa baju gamisnya yang berlumuran darah palsu. Dia Yakub berkata, “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu, maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku. Dan hanya Allah saja yang dimintai pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah An-Nahl 98-100 فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ “Maka apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. 98 Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhan. 99 Setan hanyalah memiliki kuasa terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan yang mempersekutukannya dengan Allah.” 100 Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Maryam 16-18 وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا * فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا * قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا “Dan ceritakanlah Muhammad kisah Maryam di dalam Kitab Al-Qur’an, yaitu ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur Baitulmaqdis, 16 lalu dia memasang tabir yang melindunginya dari mereka. Lalu Kami mengutus ruh Kami Jibril kepadanya, maka dia menampakkan dirinya di hadapan Maryam dalam bentuk manusia sempurna. 17 Dia Maryam berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau adalah orang yang bertakwa.” 18 Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Al-Anbiya 112 قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ “Dia Muhammad berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami adalah yang Maha Pengasih, yang menjadi tempat memohon pertolongan atas apa yang kamu katakan.” Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Al-Mukminun 97-98 Ilustrasi. foto unsplash وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ “Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, 97 dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.” Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Shad 41-42 وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ * ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.” 41 Allah berfirman, “Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” BACA JUGA Inilah 11 Keutamaan Surah Yasin yang Perlu Diketahui Muslim Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Ghafir 27 وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ “Dan Musa berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri, yang tidak beriman kepada hari perhitungan.” Ayat Al-Quran Tentang Meminta Perlindungan Kepada Allah Ghafir 56 إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Sesungguhnya orang-orang yang saling berdebat tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan bukti yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah keinginan akan kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”[] SUMBER MUTIARAISLAM AKURAT Home QS. Al-Maidah Ayat 16 يَّهۡدِىۡ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضۡوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخۡرِجُهُمۡ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِ بِاِذۡنِهٖ وَيَهۡدِيۡهِمۡ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ Yahdii bihil laahu manit taba'a ridwaanahuu subulas salaami wa yukhrijuhum minaz zulumaati ilan nuuri bi iznihii wa yahdiihim ilaa Siraatim Mustaqiim Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan Kitab itu pula Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus. Juz ke-6 Tafsir Allah menyatakan sekali lagi pada ayat ini jalan keselamatan bagi orang-orang yang beriman yaitu dengan mengikuti petunjuk dan tuntunan kitab suci Al-Qur'an. Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mengikuti keridaan-Nya, mengantarkan ke jalan keselamatan, yaitu dengan beriman kepada-Nya, dan dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita, yaitu kegelapan kufur kepada Allah dan mengantarkan kepada cahaya, yaitu iman kepada Allah, dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus, jalan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Ayat ini menerangkan bahwa dengan Al-Qur'an Allah memimpin dan menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan dunia dan akhirat serta mengeluarkan mereka dari alam yang gelap ke alam yang terang dan menunjuki mereka jalan yang benar. Ayat ini menerangkan tiga macam tuntunan yang besar faedahnya yaitu ajaran Al-Qur'an akan membawa manusia kepada keselamatan dan kebahagiaan. ajaran Al-Qur'an akan membebaskan manusia dari segala macam kesesatan yang ditimbulkan oleh perbuatan tahayul dan khurafat. Al-Qur'an akan menyampaikan manusia kepada tujuan terakhir dari agama, yaitu kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. sumber Keterangan mengenai QS. Al-MaidahSurat Al Maa'idah terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Medinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini dinamakan Al Maa'idah hidangan karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa meminta kepada Nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa'idah hidangan makanan dari langit ayat 112. Dan dinamakan Al Uqud perjanjian, karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz yang menyelamatkan, karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah. Agama Islam adalah jalan keselamatan. Penjelasan tersebut terdapat dalam Alquran salah satunya pada surat Al Maidah ayat syariat Islam sebagai jalan keselamatan terdapat dalam merupakan pedoman hidup bagi muslim yang mengantarkan kepada keselamatan baik di dunia maupun ketika hari atau ajaran Islam yang terdapat dalam Alquran berisi ajaran yang membawa umat-Nya kepada surga yang penuh tersebut ditujukan bagi mereka yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan apa yang diperintahkan Allah dalam memahami dan mempelajari terkait surat Al Maidah ayat 16, yuk simak pembahasan berikut!Baca Juga Kandungan Surat Al Maidah Ayat 5, Lengkap dengan Bacaan dan TafsirnyaBacaan Surat Al Maidah Ayat 16 dalam Tulisan Arab, Latin, dan ArtinyaFoto Surat Al Maidah Ayat 32 FotoSurat Al Maidah Orami Photo StockBerikut ini adalah bacaan surah Al Maidah ayat 16 dalam tulisan Arab, latin, dan juga artinya. Hal ini agar memudahkan dalam memahami isi kandungan dalam ayat بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍyahdī bihillāhu manittaba’a riḍwānahụ subulas-salāmi wa yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri bi`iżnihī wa yahdīhim ilā ṣirāṭim mustaqīmArtinya Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,dan dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya,dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. QS. Al Maidah ayat 16Baca Juga Bacaan Surat Al An'am Ayat 59 Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan TafsirnyaTafsir Surat Al Maidah Ayat 16Foto ayat Alquran tentang jodoh Orami Photo StocksFotoMemahami Alquran Orami Photo Stockيَهْدِى بِهِ اللهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوٰنَهُۥ Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-NyaYakni mengikuti apa yang diridhai Allah. Mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam Alquranسُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ jalan-jalan keselamatanMaksudnya adalah jalan-jalan keselamatan yang menjauhkan dari azab menuju ke nageri kesejahteraan yaitu surga yang tidak ada kekurangan مِّنَ الظُّلُمٰتِ dan dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulitaMelalui Alquran Allah mengeluarkan dari kegelapan, kejahilan dan kegelapan hati saat berada dalam kekafiranإِلَى النُّورِ kepada cahayaYaitu kepada cahaya IslamBaca Juga Surat Al A'raf Ayat 187 Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, Arti, dan KandungannyaKandungan Surat Al Maidah Ayat 16Foto 11 Hadis dan Ayat Alquran tentang Zina sebagai Pengingat Dosa Fotomemahami isi kandungan Alquran Orami Photo StockDalam Surat Al Maidah ayat 16 Allah Ta'ala menjelaskan bahwa melalui Alquran Dia memberi petunjuk kepada orang-orang yang mencari membawa orang-orang yang menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup ke dalam jalan itu keselamatan dari bencana ketika hidup di dunia maupun keselamatan pada saat di akhirat. Jalan keselamatan yang akan membawa kepada surga Allah Ta' kajian ustadz Firanda Andirja Abidin, Allah membukakan kepada mereka orang-orang diberi petunjuk oleh Allah melalui Alquran jalan-jalan keselamatan melalui syariat-syariat jalan - jalan keselamatan tersebut menunjukkan kepada dua hal, yaitu 1. Syariat atau Jalan Islam Seluruhnya Adalah KeselamatanDi antara keistimewaan agama Islam adalah syariat-syariatnya membawa jalan itu keselamatan untuk diri sendiri, keluarga , keselamatan masyarakat, negara serta segala aspek kehidupan orang non muslim yang tinggal di negeri Islam pun akan ikut merasakan keselamatan tersebut. Sebab dalam Islam dilarang menzalimi orang-orang hal tersebut ditegaskan dalam hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam,أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا، أَوِ انْتَقَصَهُ، أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ، أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ، فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِArtinya Ketahuilah bahwa orang yang menzalimi mu’ahad non muslim yang terikat perjanjian damai atau mengurangi haknya atau membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil darinya sesuatu yang ia relakan maka aku adalah musuhnya kelak pada Hari Kiamat. HR Abu Dawud no. 3052 dan dinyatakan sahih oleh Al-AlbaniDari hadis tersebut menunjukkan bahwa seluruh syariat Islam adalah keselamatan. Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan bagi kehidupan ini sehingga menbawa pada jalan Juga Surat Al Araf Ayat 180, Penjelasan Tentang Asmaul Husna2. Tujuannya ke Darussalam Negeri Keselamatan Yaitu SurgaSyariat-syariat Islam yang terdapat dalam Alquran bertujuan untuk menuju jalan ke darussalam atau negeri keselamatan bernama Alquran sebagai Allah menjadikan sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalankan kehidupan ini bagi diketahui sebelumnya datangnya Islam atau dikenal dengan masa Jahiliyyah, masa itu diliputi oleh kegelapan dari kekafiran dan kebodohan atau kejahilan serta kegelapan Ta'ala mengeluarkan dari kegelapan tersebut menuju cahaya Islam dengan diutusnya Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam dalam berdakwah mengenalkan agama adalah agama yang seluruh syariatnya adalah indah dan penuh kedamaian. Islam juga agama yang sempurna penuh kebaikan yang membawa pada jalan iman dan amal shaleh yang terdapat dalam syariat Islam akan menyelamatkan dari azab Allah dan membawa ke darussalam atau negeri keselamatan bernama jalan menuju ke surga Allah bagi mereka yang menjalankan perintah sesuai Alquran dan Juga Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 25, Gambaran Indahnya Surga yang KekalItulah penjelasan mengenai surat Al Maidah ayat 16. Melalui ayat tersebut dapat diketahui bahwa semua syariat Islam merupakan keselamatan dan tidak ada agama yang syariatnya atau ajarannya sesempurna dapat menambah pengetahuan Moms dan Dads dalam memahami ilmu agama Islam. Hasil pencarian tentang kesehatan+keselamatan+kerja janganlah kamu menyiksa mereka lepaskanlah mereka dari perbudakanmu yang telah kamu pekerjakan dengan kerja-kerja...Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk keselamatan dari azab bagi orang "Wahai Nabi, semua kenikmatan, kesehatan dan keselamatan yang kamu rasakan adalah karunia dan kebaikan Maka keselamatan bagi kamu yakni baginya keselamatan dari siksaan karena kamu termasuk golongan kanan lafal Rizqun; yaitu bermacam-macam rezeki yang dimakan hanya untuk dinikmati, bukan untuk memelihara kesehatan..., karena penduduk surga tidak perlu lagi memelihara kesehatan sebab mereka telah diciptakan untuk hidup Diucapkan untuk mereka ucapan keselamatan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka Hai kaumku bagaimanakah kalian, aku menyeru kalian kepada keselamatan, tetapi kalian menyeru aku ke Kemudian Kami membuat api yang membakar Ibrâhîm menjadi dingin, mengandung keselamatan, dan tidak membahayakannya Di saat itulah mereka berharap dapat kembali lagi ke dunia agar dapat beriman dan memperoleh keselamatan Mereka putus asa dari keselamatan. Berkata Ibrahim "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku Kami berikan mereka keluasan rezeki, kesehatan dan keselamatan. Dan jika Kami rasakan kepada manusia yang kafir suatu rahmat dari Kami yaitu berupa kekayaan dan kesehatan Bagi mereka disediakan Darussalam yakni rumah keselamatan atau surga pada sisi Tuhannya dan Dialah maka sesungguhnya ia telah memikul suatu kebohongan dan tuduhannya dan dosa yang nyata disebabkan kerja Sesungguhnya usaha kalian atau kerja kalian memang berbeda-beda beraneka macam; ada orang yang beramal Lafal Maqaaman berasal dari kata kerja Qaama, kalau dibaca Muqaaman berarti berasal dari kata kerja Aqaama Keselamatan dari siksa neraka dan masuknya mereka ke dalam surga merupakan kemenangan yang amat besar negeri yang aman dan damai-Mûsâ memohon kepada Allah agar menunjukkan kepadanya jalan kebaikan dan keselamatan mengubah nikmat yang telah dikaruniakan pada suatu kaum berupa perdamaian, kesejahteraan hidup dan kesehatan seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan Keselamatan bagi mereka telah dijanjikan Allah. Apabila ia Kami berikan nikmat kesehatan dan kelapangan, mereka malah tidak mau berzikir dan berdoa kepada melanjutkan, "aku memutuskan akan mengirim hadiah untuk Sulaymân dan rakyatnya, demi menjaga perdamaian dan keselamatan yang telah engkau tentukan itu, berarti aku telah menepati janjimu dan aku tidak menginginkan masa kerja Allah menyeru ke darussalam kepada jalan keselamatan, yaitu surga; Dia menyeru manusia pada keimanan Kemuliaan itu juga merupakan keselamatan terbesar dari siksa Allah yang selalu kita takuti di dunia." Manusia tidak jemu memohon kebaikan artinya, masih tetap terus meminta kepada Rabbnya akan harta, kesehatan golongan yang bakal mendapatkan kemenangan, pahala yang diharapkan dan didambakan, oleh sebab upaya dan kerja besertaku pertolongan-Nya selalu menyertaiku kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku" jalan yang menuju keselamatan Navigasi cepat Alkitab mengenai keselamatan akhir zaman yang Tuhan persiapkan untuk kita mendapatkan keselamatan akhir zaman? Keselamatan Tuhan adalah keselamatan Tuhan bagi umat manusia. Tuhan mengumumkan hukum dan perintah untuk memimpin kehidupan manusia di Zaman Hukum Taurat, sehingga orang tahu apa itu dosa; Tuhan melakukan pekerjaan keselamatan di Zaman Kasih Karunia, dan mengampuni dosa manusia; Tuhan masih mempersiapkan keselamatan akhir zaman bagi mereka yang menunggu-Nya untuk sepenuhnya menghapus dosa manusia, Keselamatan ini terkait dengan akhir dan tujuan kita, dan terlalu penting bagi kita sehingga diselamatkan dan masuk ke kerajaan surga. Jadi apakah keselamatan di akhir zaman itu, dan bagaimana kita bisa memperoleh keselamatan akhir zaman yang telah Tuhan persiapkan untuk kita? Silakan baca ayat alkitab tentang topik ini! Ayat Alkitab mengenai keselamatan Ayat Alkitab untuk Referensi Tuhan berkata “Karena dia mengasihi-Ku, maka Aku akan menyelamatkannya; Aku akan melindunginya, karena dia mengenal nama-Ku. Dia akan berseru kepada-Ku, dan Aku akan menjawabnya; Aku akan bersamanya dalam kesulitan, Aku akan membebaskannya dan memuliakannya. Dengan umur panjang Aku akan memuaskannya dan menunjukkan kepadanya keselamatan-Ku.” Mazmur 9114-16 Nyanyikan lagu baru untuk Yahweh, karena Dia telah melakukan hal-hal yang menakjubkan; tangan kanan-Nya dan lengan-Nya yang kudus telah mengerjakan keselamatan bagi-Nya. Tuhan telah menyatakan keselamatan-Nya dan mengungkapkan kebenaran-Nya kepada bangsa-bangsa. Dia telah mengingat kasih-Nya dan kesetiaan-Nya kepada Israel; segala ujung bumi telah melihat keselamatan Tuhan kita. Mazmur 981-3 Jiwaku menantikan Tuhan dengan tenang, dari Dia datang keselamatanku. Mazmur 621 Sesungguhnya, Tuhan adalah keselamatanku; aku akan percaya dan tidak takut, karena Yahweh Tuhan adalah kekuatanku dan mazmurku, Dia telah menjadi keselamatanku.” Yesaya 122 Yesus berkata “Hari ini keselamatan telah datang ke rumah ini karena orang ini juga keturunan Abraham. Karena Anak manusia datang demi mencari dan menyelamatkan yang tersesat” Lukas 199-10. Yesus berfirman “Kamu menyembah yang tidak kamu kenal kami mengenal yang kami sembah karena keselamatan berasal dari orang Yahudi” Yohanes 422. Keselamatan akhir zaman yang Tuhan persiapkan untuk kita Ayat Alkitab untuk Referensi “Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman” 1 Petrus 15. “Jadi Kristus satu kali dikorbankan untuk menanggung dosa banyak orang; dan kepada mereka yang mencari-Nya, Dia akan menampakkan diri kedua kalinya tanpa dosa untuk keselamatan” Ibrani 928. “Kudengar suara yang nyaring berkata di surga, Kini telah tiba keselamatan, dan kekuatan, dan kerajaan Tuhan kita, dan kuasa Kristus karena pendakwa saudara-saudara kita telah dicampakkan ke bawah, yang telah mendakwa mereka di hadapan Tuhan kita, siang dan malam” Wahyu 1210. "Jadi persiapkan akal budimu dan kendalikan dirimu. Taruhlah semua harapanmu atas rahmat yang akan diberikan kepadamu ketika Yesus Kristus menyatakan diri-Nya kepadamu" 1 Petrus 113. “Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” Yohanes 1612-13. “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” 1 Petrus 417. Firman Tuhan yang Relevan “Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Dia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak membebaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa manusia, tetapi juga membuat Tuhan harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar untuk membebaskan manusia sepenuhnya dari wataknya yang telah dirusak oleh Iblis. Jadi, sekarang setelah manusia diampuni dari dosa-dosanya, Tuhan telah datang kembali menjadi daging untuk membawa manusia memasuki zaman yang baru, dan memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam terang, dan mereka akan mendapatkan jalan, kebenaran, dan hidup.” —Firman, Vol. 2, Tentang Mengenal Tuhan, “Kata Pengantar” “Pekerjaan pada akhir zaman bertujuan untuk memisahkan segala sesuatu menurut jenisnya, dan untuk mengakhiri rencana pengelolaan Tuhan, karena waktunya sudah dekat dan hari Tuhan telah tiba. Tuhan membawa semua orang yang memasuki kerajaan-Nya—semua orang yang setia kepada-Nya sampai akhir—ke dalam zaman Tuhan itu sendiri. Namun, sebelum kedatangan zaman Tuhan itu sendiri, pekerjaan Tuhan bukanlah untuk mengamati perbuatan manusia, atau menyelidiki kehidupan manusia, tetapi untuk menghakimi ketidaktaatannya, karena Tuhan akan menyucikan semua orang yang datang ke hadapan takhta-Nya. Semua orang yang telah mengikuti jejak langkah Tuhan sampai hari ini adalah mereka yang telah datang ke hadapan takhta Tuhan, dan dengan demikian, setiap orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada tahap terakhir adalah objek penyucian Tuhan. Dengan kata lain, semua orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada tahap terakhir adalah objek penghakiman Tuhan.” —Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Menggunakan Kebenaran” “Kristus akhir zaman menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan esensi manusia, dan membedah perkataan dan perbuatan manusia. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia seharusnya menaati Tuhan, bagaimana seharusnya manusia setia kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan sebagainya. Firman ini semuanya ditujukan pada esensi manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan berkaitan dengan bagaimana manusia merupakan perwujudan Iblis, dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak hanya menjelaskan natur manusia dengan beberapa kata; Dia menyingkapkan, menangani, dan memangkasnya dalam jangka panjang. Semua cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan yang beragam ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa, tetapi dengan kebenaran yang sama sekali tidak dimiliki manusia. Hanya cara-cara seperti inilah yang dapat disebut penghakiman; hanya melalui penghakiman jenis inilah manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya tentang Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Yang dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman adalah pemahaman manusia tentang wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami olehnya. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar penyebab dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua efek ini dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman, karena hakikat pekerjaan ini sebenarnya adalah pekerjaan membukakan jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.” —Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Menggunakan Kebenaran” “Mereka yang mampu berdiri teguh dalam masa penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman—yaitu, selama pekerjaan penyucian terakhir—akan menjadi orang-orang yang akan masuk ke tempat perhentian terakhir bersama Tuhan; karena itu, semua orang yang masuk ke tempat perhentian akan terbebas dari pengaruh Iblis dan sudah didapatkan oleh Tuhan setelah menjalani pekerjaan penyucian terakhir-Nya. Orang-orang ini, yang pada akhirnya akan didapatkan oleh Tuhan, akan masuk ke tempat perhentian terakhir. Tujuan pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan pada intinya adalah untuk menyucikan umat manusia, untuk hari perhentian terakhir; tanpa penahiran semacam itu, tidak ada umat manusia yang dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kategori menurut jenisnya, atau masuk ke tempat perhentian. Pekerjaan ini adalah satu-satunya jalan untuk manusia bisa masuk ke tempat perhentian. Hanya pekerjaan penahiran Tuhan yang akan mentahirkan manusia dari kefasikan mereka, dan hanya pekerjaan hajaran dan penghakiman-Nya yang mampu menyoroti unsur-unsur manusia yang tidak taat itu, dengan demikian memisahkan orang-orang yang dapat diselamatkan dari orang-orang yang tidak dapat diselamatkan, dan memisahkan mereka yang akan tetap hidup dari yang akan binasa. Ketika pekerjaan ini berakhir, orang-orang yang diizinkan untuk tetap hidup itu semuanya akan ditahirkan dan memasuki keadaan kemanusiaan yang lebih tinggi di mana mereka akan menikmati kehidupan manusia yang kedua yang lebih indah di bumi; dengan kata lain, mereka akan masuk ke hari perhentian manusia dan hidup berdampingan dengan Tuhan. Setelah mereka yang tidak diizinkan untuk tetap hidup telah dihajar dan dihakimi, wujud asli mereka akan seluruhnya disingkapkan, setelah itu mereka semua akan dimusnahkan dan, sama seperti Iblis, mereka tidak akan diizinkan lagi untuk tetap hidup di bumi. Manusia di masa depan tidak akan lagi mencakup orang-orang jenis ini; orang-orang semacam itu tidak layak untuk memasuki negeri tempat perhentian terakhir, mereka juga tidak layak untuk bergabung pada hari perhentian yang akan dimiliki Tuhan bersama dengan manusia, karena mereka adalah target penghukuman dan merupakan orang-orang jahat yang fasik. Mereka pernah ditebus, dan juga telah dihakimi dan dihajar; mereka juga pernah memberikan pelayanan kepada Tuhan. Namun ketika hari terakhir tiba, mereka tetap akan disingkirkan dan dimusnahkan karena kejahatan mereka dan sebagai akibat ketidaktaatan dan ketidakmampuan mereka untuk ditebus; mereka tidak akan pernah ada lagi di dunia masa depan, dan mereka tidak akan lagi hidup di antara umat manusia di masa depan. Entah mereka adalah roh orang mati atau orang yang masih hidup dalam daging, semua pelaku kejahatan dan semua orang yang belum diselamatkan akan dimusnahkan begitu yang kudus di antara umat manusia memasuki tempat perhentian. Adapun roh-roh jahat dan manusia yang melakukan kejahatan, atau roh-roh orang saleh dan mereka yang melakukan kebenaran, terlepas pada zaman apa mereka berada, semua orang yang melakukan kejahatan pada akhirnya akan dimusnahkan, dan semua orang benar akan selamat. Apakah seseorang atau sesosok roh akan menerima keselamatan atau tidak bukanlah sepenuhnya ditentukan atas dasar pekerjaan zaman akhir; tetapi lebih ditentukan oleh apakah mereka telah menolak atau tidak taat kepada Tuhan atau tidak. Orang-orang pada zaman sebelumnya yang melakukan kejahatan dan tidak dapat memperoleh keselamatan pasti akan menjadi sasaran penghukuman, dan orang-orang pada zaman ini yang melakukan kejahatan dan tidak dapat diselamatkan pasti akan menjadi sasaran penghukuman juga. Manusia dikategorikan atas dasar baik dan jahat, bukan berdasarkan pada zaman mana mereka hidup. Begitu orang dikategorikan demikian, mereka tidak akan langsung dihukum atau diberi upah; sebaliknya, Tuhan hanya akan melaksanakan pekerjaan-Nya untuk menghukum orang yang jahat dan memberi upah kepada orang yang baik setelah Dia sudah selesai melakukan pekerjaan penaklukan-Nya pada akhir zaman. Sebenarnya, Dia telah memisahkan manusia ke dalam kategori baik dan jahat sejak Dia mulai melakukan pekerjaan penyelamatan umat manusia. Hanya saja Dia baru akan memberi upah kepada orang yang benar dan menghukum orang yang jahat setelah pekerjaan-Nya berakhir; Dia tidak akan memisahkan mereka ke dalam kategori-kategori setelah Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya dan kemudian segera memulai tugas untuk menghukum orang yang jahat dan memberi upah kepada orang yang baik. Sebaliknya, pekerjaan ini akan dilakukan hanya ketika pekerjaan-Nya selesai sepenuhnya. Seluruh tujuan di balik pekerjaan terakhir-Nya untuk menghukum orang yang jahat dan memberi upah kepada orang yang baik adalah untuk sepenuhnya menyucikan seluruh umat manusia, sehingga Dia dapat membawa umat manusia yang sepenuhnya kudus ke tempat perhentian kekal. Tahap pekerjaan-Nya ini adalah tahap pekerjaan yang paling penting; ini merupakan tahap terakhir dari seluruh pekerjaan pengelolaan-Nya. Jika Tuhan tidak memusnahkan orang jahat, tetapi membiarkan mereka tetap hidup, maka seluruh umat manusia tetap tidak dapat masuk ke tempat perhentian, dan Tuhan tidak akan dapat membawa seluruh umat manusia ke dunia yang lebih baik. Pekerjaan semacam ini tidak akan sepenuhnya selesai. Ketika pekerjaan-Nya selesai, seluruh umat manusia akan sepenuhnya kudus; hanya dengan cara inilah Tuhan akan dapat hidup di tempat perhentian dengan damai.” —Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama” Bagaimana mendapatkan keselamatan akhir zaman? Ayat Alkitab untuk Referensi Tuhan Yesus berfirman “Diberkatilah orang yang miskin dalam roh karena kerajaan surga adalah milik mereka” Matius 53. Tuhan Yesus berfirman “Diberkatilah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan” Matius 56. Tuhan Yesus berfirman “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya’” Matius 256. Tuhan Yesus berkata “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku dan Aku memberi mereka hidup yang kekal; dan mereka tidak akan pernah binasa, juga tak seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan-Ku” Yohanes 1027-28. “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” Wahyu 320. “Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi” Wahyu 144 Firman Tuhan yang Relevan “Karena kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, sudah seharusnya kita mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, dan perkataan Tuhan—karena, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada jejak langkah Tuhan, perbuatan Tuhan ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di sanalah jalan, kebenaran, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau semua telah mengabaikan firman yang mengatakan bahwa “Tuhan adalah jalan, kebenaran, dan hidup”. Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Sungguh kesalahan yang sangat fatal! Penampakan Tuhan tidak dapat diselaraskan dengan gagasan manusia, terlebih lagi, Tuhan tidak dapat menampakkan diri atas permintaan manusia. Tuhan membuat pilihan-pilihan-Nya sendiri dan rencana-rencana-Nya sendiri saat Dia melakukan pekerjaan-Nya; lagipula, Dia memiliki tujuan-tujuan dan cara-cara-Nya sendiri. Apa pun pekerjaan yang dilakukan-Nya, Dia tidak perlu membahasnya dengan manusia atau meminta nasihat manusia, apalagi memberi tahu setiap orang mengenai pekerjaan-Nya. Inilah watak Tuhan, yang harus, terlebih lagi, dikenali oleh semua orang. Jika engkau ingin menyaksikan penampakan Tuhan, ingin mengikuti jejak langkah Tuhan, maka engkau harus terlebih dahulu meninggalkan gagasanmu sendiri. Engkau tidak boleh menuntut Tuhan melakukan ini atau itu, apalagi menempatkan-Nya dalam batas-batasmu sendiri dan membatasi-Nya dengan gagasanmu sendiri. Sebaliknya, engkau seharusnya menuntut dirimu sendiri tentang bagaimana engkau harus mencari jejak langkah Tuhan, bagaimana engkau harus menerima penampakan Tuhan, dan bagaimana engkau harus tunduk pada pekerjaan baru Tuhan inilah yang seharusnya manusia lakukan. Karena manusia bukanlah kebenaran, dan tidak memiliki kebenaran, manusia harus mencari, menerima, dan taat.” —Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Lampiran 1 Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru” “Di mana pun Tuhan menampakkan diri, di sanalah kebenaran diungkapkan, dan di sanalah suara Tuhan akan ada. Hanya orang-orang yang dapat menerima kebenaran yang akan dapat mendengar suara Tuhan, dan hanya orang-orang semacam itulah yang layak untuk menyaksikan penampakan Tuhan. ... Marilah kita mencari kehendak Tuhan dan menemukan penampakan-Nya dalam perkataan-perkataan-Nya, serta mengimbangi laju langkah-langkah-Nya! Tuhan adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Firman dan penampakan-Nya ada dalam waktu bersamaan, dan watak serta jejak langkah-Nya senantiasa terbuka bagi umat manusia. Saudara-saudari yang terkasih, Aku berharap engkau semua dapat melihat penampakan Tuhan dalam firman ini, mulailah mengikuti jejak langkah-Nya saat engkau melangkah maju ke zaman yang baru, serta masuk ke dalam langit yang baru dan bumi yang baru yang indah, yang telah Tuhan persiapkan bagi orang-orang yang menantikan penampakan-Nya!” —Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Lampiran 1 Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru” Catatan Editor Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang pekerjaan penghakiman dan pemurnian Tuhan di akhir zaman, Anda dapat mengklik tombol obrolan di pojok kanan bawah layar untuk menghubungi kami secara langsung untuk membahas cara membebaskan diri dari dosa dan dimurnikan masuk ke kerajaan surga.

ayat alquran tentang keselamatan