MantraPengasihan Tanpa Puasa dan Sholat, Isikan Dalam Rajah! Cara agar Mantan Suami Minta Rujuk Kembali, Wiridkan Doa Pendek Ini. 5 Bahaya Berteman Dengan Mantan, Buang Mantan Jauh Jauh! Doa agar Suami Nurut dan Tidak Pelit Uang pada Istri. Categories Blog and Pelet Pengasihan. 5membuat pasangan anda tunduk takluk dan patuh 6.memisahkan hubungan perselingkuhan pasangan anda 7.membuat harmonis hubungan anda dan pasangan anda 8.memulangkan pasangan yang telah meninggalkan anda biar tidak ada nafsu pada orang lain. 10.memperbaiki hubungan pacar dan suami/istri 11.mengendalikan pasangan dari jarak jauh Pemikat suami/istri agar tidak selingkuh - Kuat dalam permainan di ranjang Menundukan pasangan agar nurut dan tunduk. Meningkatkan tenaga agar tahan lama. serta masih ada fungsi tuah lain nya. MAHAR : Rp.1.425.000,- Spesial penglarisan bagi pekerja malam agar banyak tamu. Memperkuat posisi. Search Kisah Suami Dikhianati Istri. Dengan mengendarai mobil, sepasang suami istri ini hendak mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Saya bisa merasakan rasa sakitnya," tulis Wu Hubungan intim suami-istri pun dirancangkan dengan tujuan dan dampak yang istimewa Kisah Nyata Seorang Suami Yang Meminta Kembali Ginjalnya Kepada Sang Istri 30 with 3 comments Telah jadi keharusan untuk Salahsatu cara ikat kasih suami @isteri dgn amalkan Ya latief 313 kali niatkan supaya isteri @suami tidak curang dlll.. Kalau susah susah ws saya jee saya bantu rawat Master syed 0126780076 Jun 11, 2022 Tiada ulasan: Rajahagar istri tunduk pada suami. Termasuk doa agar disayang Baca Selengkapnya. Encik Suami Mat Salih Celup Episod 3. Oleh Diposting pada 27/03/2021. Slot Dahlia TV3 PENULIS NOVEL. See posts photos and more Baca Selengkapnya. Doa Agar Suami Nurut Pada Istri. Oleh Diposting pada 27/03/2021. . Menikah itu bukan merupakan akhir dari cerita percintaan dan justru dari awal mula tantangan yang lebih banyak lagi. Terkadang masalah datang dan membuat adanya perbedaan pendapat antara suami dan istri. Tidak peduli pendapat siapa yang benar, biasanya suami sulit diberikan masukan. Padahal suatu persoalan bisa dipecahkan bersama saat kedua belah pihak saling terbuka menerima masukan yang benar. Penting dalam menyatukan isi kepala dan Anda sebagai istri bisa berdoa untuk mewujudkan harapan itu. Panjatkan doa agar suami tunduk pada istri dan doa ini bisa terus diulang sambil terus berikhtiar. Anda pasti pernah mendengar bahwa kerasnya batu bisa dihancurkan oleh tetesan air yang terus-menerus. Jangan lawan keras kepala suami dengan suara lantang, tetapi dengan kelembutan. Doa Memohon Suami Tunduk Kepada Istri Doa agar suami tunduk pada istri bisa dilafalkan setelah menjalankan sholat fardlu maupun setelah sholat hajat. Saat seorang istri memiliki niat yang baik dan berdoa dengan tulus, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa tersebut. Seorang istri juga perlu semangat berusaha mewujudkan apa yang menjadi doanya, agar suami bisa menerima masukan maupun perkataan seorang istri. Berikan masukan bahwa dua kepala lebih baik daripada satu kepala dalam menyelesaikan permasalahan. Kedua belah pihak harus sama-sama introspeksi dan menyadari tidak selamanya pendapat suami benar dan begitu juga dengan pendapat istri. Berpikirlah dengan logika bukan ego masing-masing. Doa untuk suami mendengar perkataan istri Artinya “Ya Allah, jadikanlah hamba ini semakin dicintai oleh suami, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.” Saat seorang suami benar-benar menyayangi istrinya, maka mudah baginya dalam mendengar dan menerima perkataan sang istri. Benar atau tidak perkataan istri memang tetap perlu dihargai. Begitu juga dengan seorang istri. Suami Anda bukan manusia yang sempurna, karena memang tidak ada manusia sempurna. Kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Justru tugas manusia itu adalah berusaha untuk mencapai idealisme dalam menyelesaikan perkara. Pikirkan secara baik-baik solusi sebuah permasalahan pelik bersama. BACA JUGA Kumpulan Doa Agar Disayang Suami Setiap Hari Tips Suami Tunduk pada Istri Setiap istri pasti ingin selalu didengarkan oleh suami, terutama saat mengeluarkan pendapat. Perlu tips dan trik tertentu guna mewujudkan keinginan Anda setelah berdoa setiap hari. Beberapa tips membuat suami tunduk terhadap istri Jadilah Istri yang Tunduk Pada Suami Tugas utama seorang istri adalah patuh pada suami. Jika ingin suami juga tunduk kepada Anda, maka patuhi seluruh perintah suami selama tidak bertentangan dengan agama. Selalu Menjaga Penampilan Diri Setiap laki-laki itu selalu mendambakan ingin memiliki wanita cantik. Anda perlu menjaga penampilan diri di depan suami, karena memang laki-laki lebih mudah tunduk pada wanita yang cantik atau yang menjaga penampilan diri. Jadi Istri yang Bisa Diandalkan Suami Suami juga manusia biasa yang tidak lepas dari khilaf. Adakalanya ia juga bisa mengalami masa-masa sulit saat mencari nafkah. Buat suasana di rumah menjadi damai dan menyenangkan. Anda bisa belajar menjadi istri yang mandiri dan update terhadap banyak ilmu pengetahuan. Apabila Anda memiliki pekerjaan sendiri juga semakin baik, karena siapa tahu bisa membantu perekonomian keluarga saat suami susah. Anda sudah mengetahui doa agar suami tunduk pada istri dan sisanya Anda hanya perlu menjalankan tips dan trik yang sudah dijelaskan tadi. Saat Anda dengan konsisten melakukannya, maka Anda akan dapat melihat perubahan yang terjadi pada sikap suami. Pertanyaan Jawaban Ini merupakan topik yang sangat penting dalam pernikahan dan juga dalam kehidupan sehari-hari. Allah mendesain soal tunduk ini di dalam kitab Kejadian. Pada mulanya, karena tidak ada dosa, manusia tidak perlu tunduk kepada siapapun selain kepada kuasa Allah. Ketika Adam dan Hawa tidak menaati Allah, dosa masuk ke dalam dunia dan karena itu dibutuhkan otoritas. Karena itu, Allah menetapkan otoritas yang dibutuhkan untuk menegakkan hukum negara dan juga untuk melindungi manusia. Pertama-tama, kita perlu tunduk kepada Allah, di mana ini merupakan satu-satunya cara untuk menaati Dia secara penuh Yakobus 121 dan Yakobus 47. Dalam 1 Korintus 112-3 kita diajarkan bahwa suami harus tunduk kepada Kristus sebagaimana Kristus tunduk kepada Allah. Ayat ini selanjutnya menyatakan bahwa isteri patut mengikuti teladan ini dan tunduk kepada suaminya. Ayat-ayat lain mengenai Kristus tunduk kepada Allah dapat ditemukan dalam Matius 2639 dan Yohanes 530. Tunduk merupakan respon alami terhadap kepemimpinan dalam kasih. Ketika seorang suami mengasihi isterinya, sebagaimana Kristus mengasihi gereja Efesus 525-33, maka tunduk merupakan respon alami dari isteri kepada suaminya. Kata Yunani yang diterjemahkan tunduk hupotasso merupakan kata kerja yang berbentuk terus menerus. Ini berarti bahwa tunduk kepada Allah, pemimpin kita, dan suami kita, bukanlah tindakan yang dilakukan satu kali. Tunduk merupakan sikap yang terus menerus dalam pikiran kita dan menjadi pola tingkah laku seseorang. Tunduk yang dibicarakan dalam Efesus 5 bukanlah berbicara mengenai sikap tunduk sepihak dari orang-percaya kepada orang egois dan yang mau mendominasi saja. Sikap tunduk dalam Alkitab didesain sebagai sikap di antara dua orang-percaya yang dipenuhi Roh dan saling tunduk satu dengan yang lain dan kepada Allah. Tunduk merupakan jalan dua arah. Tunduk merupakan posisi kehormatan dan kesempurnaan. Ketika isteri dikasihi sebagaimana Kristus mengasihi jemaatnya, bisa tunduk tidaklah sulit. Efesus 524 mengatakan, “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” Efesus 524. Ayat ini menyatakan bahwa isteri harus tunduk kepada suaminya dalam segala sesuatu yang benar dan sesuai dengan hukum. Karena itu, isteri juga tidak boleh melanggar hukum atau mengabaikan hubungannya dengan Allah. Perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang diambil dari sisi Adam, bukan dibuat dari kepalanya untuk memerintah dia; bukan dari kakinya untuk diinjak-injak olehnya. Namun, ia diambil dari sisinya untuk menjadi sederajat dengan dia, di bagian bawah dari tangannya untuk dilindungi, dekat ke hatinya untuk dikasihi. Kata “tunduk” dalam Efesus 521 merupakan kata yang sama yang digunakan dalam 522. Orang-percaya harus tunduk satu dengan yang lainnya karena menghormati Kristus. Ayat 19-21 berbicara mengenai hasil-hasil kepenuhan Roh Kudus 518. Orang-percaya yang penuh dengan Roh Kudus selalu menyembah 519, bersyukur 520, dan tunduk 521. Paulus kemudian melanjutkan pemikirannya tentang hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus dalam konteks hubungan suami isteri terutama di ayat 22-23. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah isteri harus tunduk kepada suaminya? Saling menghormati dalam hubungan pernikahan sangat diperlukan. Tujuannya agar suami dan istri bisa saling menghargai satu sama lain serta tidak berbuat semena-mena. Memang benar bahwa seorang istri memiliki kewajiban menghormati suaminya, akan tetapi hal sebaliknya pun juga perlu dilakukan. Apabila suami bisa mematuhi istrinya, tentu saja rasanya sangat damai. Menghormati istri tidak ada salahnya, sebab setiap orang pun pasti ingin dihormati dan dihargai keberadaannya. Dengan begitu, konflik dalam rumah tangga juga lebih bisa lebih diminimalisir. Meminta suami supaya lebih patuh pada Anda, bukan berarti bisa bersikap seenaknya. Mematuhi seorang istri ini bisa dengan membantu meringankan pekerjaan rumah tangga, mendidik anak, serta mematuhi larangan supaya suami tidak terjerumus ke arah negatif tanpa meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri. Peran sebagai istri sekaligus menjadi ibu yang baik untuk anak bukanlah perkara mudah. Bahkan tidak selalu semuanya bisa dikerjakan seorang diri. Maka dari itu, tak jarang seorang istri sangat membutuhkan bantuan dari suaminya untuk membantu meringankan tugas dan pekerjaannya. Sebelum meminta agar suami tunduk dan patuh pada istri, sebaiknya Anda pun sebagai wanita yang sudah menikah perlu melakukan introspeksi diri apakah sudah menghormati dan menghargainya sebagai kepala rumah tangga ataukah belum. Maka jika Anda sudah melakukannya, gunakan cara ini agar suami tunduk dan patuh pada istri 1. Layani Suami dengan Baik dan Maksimal tanpa Pamrih Melayani suami dengan baik dan maksimal sudah merupakan kewajiban dari seorang istri. Sebaiknya, sikap ini pun dilakukan tanpa pamrih atau tidak mengharapkan imbalan apapun darinya. Sebab, bagaimanapun juga seorang kepala rumah tangga berhak untuk dihormati dan dihargai. Ketika dirinya tidak sejalan dengan Anda, mungkin memang membuat kesal dan menjadi malas untuk mematuhi Anda sebagai pasangannya. Kemungkinan buruknya jika seorang istri tidak bisa menghormatinya, bisa jadi sang suami malah hilang rasa cinta pada istrinya atau lebih memilih sibuk dengan dunianya sendiri. Melayani suami dengan baik membawa banyak kebaikan dalam rumah tangga. Ketika seorang istri melayani suaminya secara maksimal tanpa mengharapkan imbalan apapun, lambat laun pasti ia pun akan tunduk dan patuh kepada istrinya. Ketika istrinya selalu memperlakukan suaminya dengan baik, ia pun juga berusaha untuk memperlakukan Anda dengan baik. Sebab jika dirinya merasa diperlakukan dengan baik, pasti juga akan melakukan hal yang sama terhadap Anda. Melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri untuk melayani suaminya membutuhkan kesabaran. Terlebih jika ia memiliki sifat yang berkebalikan dengan Anda. Maka cobalah untuk melayaninya secara tulus dan masuk ke dalam dunianya, supaya keberadaan Anda sebagai istri juga lebih dihargai. 2. Tidak Terlalu Mendominasi dalam Hubungan Sebenarnya, pria takut pada wanita yang terlalu mendominasi dalam sebuah hubungan. Takut bukan berarti selalu menuruti perintah, akan tetapi lebih ke arah ingin melarikan diri daripada berurusan lebih lama dengan wanita tersebut. Cara agar suami tunduk dan patuh pada istri dapat Anda lakukan dengan mengurangi sifat mendominasi dalam hubungan pernikahan. Bagaimanapun juga, seorang suami juga ingin dimengerti dan didengarkan pendapatnya. Jika Anda terlalu mendominasi dalam hubungan, tentu saja perlahan ia menjadi takut dan memilih menghabiskan waktu dengan teman-temannya ataupun melakukan hal lain supaya meminimalisir intensitas bertemu dengan istrinya. Mengurangi sikap terlalu mendominasi dalam sebuah hubungan perlahan akan membuat hatinya luluh. Kemudian ketika a menyadari bahwa Anda sudah berubah menjadi lebih baik dan banyak mengerti dirinya, suami pasti akan mulai tunduk dan patuh kepada istri. Sikap wanita yang terlalu mendominasi prianya memang bukanlah hal baik. Ketika Anda sudah bersikap lebih baik, jika suatu saat Anda bersikap mendominasi lagi mungkin suami tidak menyadarinya. Akan tetapi, tetaplah menjaga sikap dan jangan terlalu terlihat bahwa Anda terlalu mengambil kendali dalam hubungan. Sebab jika melakukannya, sama saja membuat suami menjadi tidak percaya lagi kepada istrinya. 3. Hargai dan Hormati Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang kepala rumah tangga pasti ingin dihargai dan dihormati oleh istrinya maupun anak-anaknya. Sebab, dirinya berperan sebagai ayah sekaligus suami untuk keluarga kecilnya yang berjuang untuk mencari nafkah serta mendidik si buah hati dengan baik. Kewajiban seorang istri adalah menghargai dan juga menghormati suaminya. Seorang pria yang sudah menikah berperan menjadi kepala keluarga, sehingga harus bisa membimbing sekaligus mengemban tanggung jawab dengan baik. Maka dari itu karena peran suami yang juga sama-sama memiliki tanggung jawab untuk dilaksanakan, sudah seharusnya seorang istri berusaha untuk selalu memperlakukan pasangannya dengan baik. Menghormati seorang suami membuat ia merasa keberadaan dan ucapannya dihargai. Jadi, meskipun ia melakukan hal yang salah atau tidak sesuai kemauan Anda, lebih baik sampaikan secara sopan tanpa merendahkan maupun meremehkannya. Jika terus membantahnya, menyuruhnya, dan tidak pernah memberikan solusi ketika ada masalah atau sesuatu, tentu membuatnya juga enggan untuk tunduk dan patuh kepada istrinya. Seorang pria yang sudah menikah memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Maka dari itu, cobalah untuk menghargai setiap keputusan yang dibuatnya dan jangan mudah menyalahkannya tanpa melihat situasi terlebih dahulu. Dengan begitu, perlahan ia pun mulai bisa tunduk dan patuh kepada istrinya tanpa perlu diminta. 4. Tunjukkan Rasa Cinta secara Sungguh-sungguh Apabila ingin membuat suami tunduk dan patuh kepada istrinya, wajib tunjukkan sikap mencintainya secara sungguh-sungguh tanpa pamrih atau meminta imbalan apapun darinya. Perasaan cinta yang tulus perlahan bisa membuat hatinya luluh dan hanya melihat pada Anda. Mungkin pada awalnya sangat susah untuk membuatnya tunduk dan patuh, sehingga tentu saja cara ini membutuhkan waktu dan kesabaran dalam melakukannya. Jika Anda menyerah pada pertengahan jalan, sang suami bisa saja curiga bahwa sebenarnya Anda tidak benar-benar tulus mencintainya. Akibatnya, ia pun semakin enggan untuk menurut dengan apa yang Anda instruksikan padanya. Maka dari itu, untuk memulainya Anda perlu meluangkan waktu untuk suami supaya bisa menunjukkan bahwa dirinya adalah segalanya bagi Anda. Melayani dan memperlakukannya dengan baik perlahan akan meluluhkan hatinya meskipun ia terlihat dingin dan tidak peduli. 5. Berikan Suami Apresiasi atas Kerja Kerasnya Seorang pria yang sudah menikah secara otomatis berperan sebagai seorang suami sekaligus kepala rumah tangga untuk menjaga dan memimpin sebuah keluarga. Tanggung jawabnya pun tidak main-main, seperti memberikan nafkah dan mendidik anak-anak di mana ia pun pasti sudah bekerja keras melakukannya. Menjadi seorang kepala keluarga bukanlah peran yang mudah, tidak semua pria kuat dalam melaluinya. Bahkan ia pun rela bekerja siang dan malam, demi mencukupi kebutuhan istri dan anaknya karena sangat sayang kepada keluarganya serta tidak ingin membuat mereka kekurangan. Sebagai upaya menghargai kerja kerasnya karena telah berjuang demi keluarga, seorang istri yang baik sudah sepatutnya memberikan apresiasi kepada sang suami. Tujuannya supaya dirinya merasa dihargai sebagai seorang kepala keluarga, dan merasa bahwa perjuangannya harus tetap berlanjut demi kebahagiaan istri dan anaknya. Dengan melakukan hal tersebut, suami pasti akan merasa nyaman karena istrinya selalu mendukungnya dalam segala hal, serta selalu menghargai kerja kerasnya. Maka, perlahan ia pun mulai luluh dan berusaha menghormati serta menurut pada istrinya. 6. Mendoakan Suami demi Kebaikan Sebagai seorang istri yang baik, mendoakan suami dalam hal kebaikan sudah seharusnya dilakukan sebagai upaya berbakti. Mendoakannya dengan harapan baik, misalnya kelancaran rezeki, kebaikan dalam rumah tangga, maupun hal baik lainnya Tuhan akan mengabulkannya. Mendoakan suami supaya bisa bersikap lebih baik dan bisa menghargai Anda sebagai istrinya juga bisa dilakukan. Akan tetapi tetap harus diimbangi dengan Anda juga memperlakukannya dengan baik. Begitulah cara agar suami tunduk dan patuh pada istri. Anda dapat menerapkan cara tersebut tetapi juga diimbangi dengan perasaan tulus dan niat yang baik untuk meluluhkan hatinya. In a Nutshell Scholars introduced two methods for making a Raj'ah retraction after divorce by uttering special words indicating the continuity of marriage as well as by doing some sexual-related acts with the wife. Whilst scholars agree that Raj'ah takes effect by uttering these special words, they disagree on the validity of Raj'ah by having sexual intercourse or acts lead to it. Whereas Hanafis, Malikis, view sexual intercourse and its preliminaries make Raj'ah valid, Hanbalis argue that only sexual intercourse makes Raj'ah takes effect. However, Shafi'is view that Raj'ah takes effect only by uttering a related divide divorce in respect of retraction into two typesTalaq Raj'ai A divorce after which a man reserves to himself the right of returning his wife without her permission and consent and without making a new contract or paying a new dowry. Allah saysوَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ - 2228And their husbands have more right to take them back in this [period] if they want reconciliation. Qur'an 2228And Talaq Ba'in irrevocable divorce A divorce after which the husband may only live again with his divorcee after he had contracted a new marriage with her, according to the conditions prescribed by the shari'ah. Bada'i al-Sana'i, Vol. 3, p. 181; Al-Sharh al-Kabir, p. 369; Mughni al-Muhtaj, Vol. 3, p. 335 Definition of Raj'ah Linguistically Raj'ah is an infinitive noun meaning to return or to come back. Al-Mu'jam Al-Wassit, "Raj'ah"Technically Raj'ah means taking back a woman to the wedlock after the occurrence of a revocable divorce and during her waiting period in a special manner. Khatib Shirbini, Mughni al-Muhtaj, Vol. 3, p. 335. Review of the Classical Scholarly ViewsBased on the scholarly discussion of Raj'ah, there are two ways to make Raj'ahRaj'ah by Words Scholars agree that Raj'ah is valid by the words indicating the meanings of returning one's wife after the occurrence of divorce such as when the divorcer says to the divorcee during the waiting period "I returned you back", or "I return you back to my marriage bond".Scholars categorised the words that make Raj'ah valid into two typesExplicit words such as when the husband says "I returned you back", or "I took you back to my wedlock". These words make Raj'ah valid, even without having the intention of Raj' metonymical expressions These expressions may implicate the meaning of Raj'ah and might have different meanings, such as when the husband says "you are to me like your former state" or he says, "you are my wife" while having the intention of Raj' metonymical expressions may implicate the meaning of Raj'ah and may denote otherwise. Thus, jurists said it is stipulated that the divorcer had the intention of Raj'ah and should be asked about it. al-Binayah ala al-Hidayah Vol. 4, p. 593; Bada'i al-Sana'I, Vol 3, pp. 181-182, Khurashi, Vol. 4, p. 80; Mughni al-Muhtaj Vol. 3, p. 337; Kashaf al-Kina Vol. 5, p. 342Raj'ah by ActionClassical jurists, however, differed on the validity of Raj'ah by action. But those who viewed the validity of Raj'ah by action disagreed on validity of some of these acts in making Raj'ah. Following are the position of the four madhabs on this issueHanafi MadhabHanafis view that sexual intercourse or its preliminaries make Raj'ah valid, Burhan al-Din al-Marghinani stated أَوْ يَطَؤُهَا، أَوْ يَلْمَسُهَا بِشَهْوَةٍ، أَوْ يَنْظُرُ إِلَى فَرْجِهَا بِشَهْوَةٍ، وَهَذَا عِنْدَنَا" –العيني في الهداية مع حاشية البناية 6/593According to our madhab, this also includes having sexual intercourse with her, or lustily touch her body or sexually looking to her genitals. Al-Iny, Al-Hidayah with Hashiyat al-Binayah, Vol. 4, p. 593.They also stipulate that these acts should be accompanied by sexual desire in order for Raj'ah to be valid. Ibid, Vol. 4, p. 594.This is also the opinion of some Tabi'een such as Sa'id ibn al-Musa'ib, Hasan al-Basri, Muhammad ibn Sirin, Tawus, Ata ibn Abi Rabah , Awza'I, Thawri, ibn Abi Layla, Shu'abi and Sulayman al-Tamimi. Hanfis, however, restricted the viewing of the parts of the body which make Raj'ah valid to woman's genitals. Ibid, Vol. 4, p. 593.They stated Raj'ah meaning is to keep the marriage tie and these acts suggest this. Muwsili, Al-Ikhtiar, Vol, 3, p. 147They also noted that acts like having sexual intercourse or lusty touching her or looking to her genitals are specially restricted to marriage unlike other acts such as touching or looking to her without having the sexual desire, or looking to the other parts of her body because these acts may be done by someone else such as physicians. Babarty, Al-Inayah Sharh al-Hidayah, Vol. 4, p. 161Maliki MadhabMalikis view that sexual intercourse and its preliminaries make Raj'ah valid but they stipulated that these acts should be accompanied by an intention of Raj'ah. But if the husband touches her sexually or looks to her body or genital parts lustily, or has sexual intercourse with her without having the intention of making Raj'ah, this Raj'ah is not validأَنَّ الرَّجْعَةَ لاَ تَحْصُل بِفِعْلٍ مُجَرَّدٍ عَنْ نِيَّةِ الرَّجْعَةِ وَلَوْ بِأَقْوَى الأْفْعَال كَوَطْءٍ وَقُبْلَةٍ وَلَمْسٍ – الخرشي 4/81، والدسوقي 2/370Raj'ah is not valid by doing any act devoid of the intention, irrespective of how intimate these acts may be, such as sexual intercourse, kissing, or touching the body.Khurashi, Vol. 4, p. 81; Dosouqi Vol. 2, p. 370Hanbali MadhabAccording to the Hanbali madhab, sexual intercourse makes Raj'ah valid, whether he had the intention of returning her back or not and without witnesses. But Hanbali jurists disagree whether intercourse preliminaries make Raj'ah valid or not. Bahwati, Kashaf al-Kina Vol. 5, p. 343. Their argument is that Raj'ah is analogous to retraction after Ila vow of continence. That is Ila is retracted once the husband has sexual intercourse with her wife. But they differ whether sexual intercourse preliminaries make Raj'ah valid or not. According to the most famous narration reporting the view of Ahmed ibn Hanbal, looking to wife genitals, touching or kissing her lustily do not make Raj'ah valid because these acts do not stipulate witnessing a waiting period or paying a addition, acts, like touching the wife or looking to her genitals, may be done by someone else other than the husband such as physicians under certain circumstances. However, another narration reported from Imam Ahmed suggests that these acts make Raj'ah valid since these acts are included in MadhabShafi'is view that Raj'ah takes effect, rather only by uttering a related word. Raj'ah is not valid by doing acts whether the husband had sexual intercourse with her or he made anything leads to it. Imam Shafi'i statedوَالرَّدُّ يَكُونُ بِالْكَلاَمِ دُونَ الْفِعْل مِنْ جِمَاعٍ وَغَيْرِهِ – الأم 6/244Taking back the wife is only valid through words, not by acts such as sexual intercourse, etc. Shafi'i, Al-Um, Vol. 6, p. 244Shafi'is argue that these acts are devoid of words indicating Raj'ah. It is valid only by the husband's statement suggesting returning her back to the marriage tie. They held Raj'ah to be analogous to marriage and divorce, as marriage and divorce are not valid without the husband's indicating statement. Ibid, Vol. 6, p. 244; Nawawi, Rawdat al-Talbin, Vol. 8, p. 217 Marginal Issue Raj'ah without the husband's communicating it to his wifeMajority of scholars held that letting the wife know about Raj'ah retraction after divorce is recommended. However, if he did not let her know about the retraction, Raj'ah is valid. But scholars differed about the case of a person who divorced his wife through a talaq raj'i revocable divorce and takes her back, when he is absent. She then comes to know of the divorce, but not the Raj'ah, and upon the termination of her waiting period, she gets married. Whilst Shafi'i and the Kofis, Abu Hanifa and the others, said that the first husband has a superior right to her, irrespective of the second husband having consummated the marriage with her, Malik held that she belongs to the person who has now contracted marriage with her. Read this answer for a full discussion ConclusionTalaq Raj'ah is the talaq after which a man reserves to himself the right of returning his wife back to marriage. Raj'ah is valid by uttering the explicit or implicit words indicating the meaning of returning the wife back to marriage. Also, the husband may make Raj'ah by having some sexual acts with the wife. If the husband claimed that he had made Raj'ah, Raj'ah is valid if the Idah has not been completed yet. But if he claimed Raj'ah after the termination of Idah, Raj'ah is not valid unless he proved great part of this answer is based on Al-Musu'ah al-Fiqhyah al-Kuwitiyah. ReferencesAbu al-Qasim al-Tabrani, Al-Mu'jam al-Wasit Abu Al-Abbas al-Faywmi, Al-Misbah al-Munir Al-Musu'a al-Fiqhyah al-Kuwityah Al-Ayni, Al-Binayah ala al-Hidayah Al-Dardir, Al-Sharh al-Kabir Al-Khatib al-Shribini, Mughni al-Muhtaj Bahwati, Kashaf al-Qina Ibn Hazm, Al-Muhla Ibn Qudamah, Al-Mughni Ibn Rushd, Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtasid Kasani, Bada'i al-Sana'i Sarakhsi, Al-Mabsut

rajah agar istri tunduk pada suami